Pekerjaan kali ini bukan hanya membuat satu bagian saja. Kami mengerjakan pintu dorong sekaligus pagar besi tempa classic untuk sebuah rumah di BSD Tangerang Selatan. Dari awal pemilik rumah memang ingin bagian depan rumah terlihat lebih tertutup dan aman, tetapi tetap mempunyai bentuk yang cukup bagus dilihat dari jalan.

Konsep yang dipilih menurut kami cukup menarik. Pintu utamanya menggunakan sistem dorong, sedangkan bagian pagarnya dibuat dengan model besi tempa classic. Jadi saat pintu dibuka, tidak membutuhkan area ayunan ke depan atau ke belakang. Daunnya cukup digeser ke samping.
Sebelum mulai membuat, kami datang dulu untuk melihat kondisi bagian depan rumah. Lebar jalan masuk menjadi salah satu yang kami perhatikan. Kami juga melihat ruang di samping area pintu karena pintu dorong membutuhkan tempat untuk menggeser daun pintunya.
Sementara untuk pagar, kami ukur panjang area yang akan ditutup. Karena modelnya menggunakan besi tempa classic, kami juga membicarakan soal motif dengan pemilik rumah. Mereka menginginkan ada nuansa klasik, tetapi tidak terlalu banyak ornamen sampai terlihat penuh.
Setelah ukuran dan model mulai jelas, kami bawa hasil pengukuran tersebut ke bengkel. Kami mulai dari bagian rangka pintu dorong terlebih dahulu. Besi dipotong sesuai ukuran kemudian dirakit menjadi rangka utama.
Untuk pintu dorong, bagian rel dan roda juga sudah kami pikirkan sejak awal. Pintu dengan ukuran yang cukup lebar tentu memiliki bobot lumayan, jadi sistem geraknya harus dibuat supaya saat digunakan tidak terlalu berat. Kami tidak ingin setelah pintu jadi malah sulit didorong.
Rangka kami las secara bertahap. Setelah beberapa bagian tersambung, kami cek lagi apakah masih siku dan ukurannya sesuai. Ini penting karena pintu dorong akan bergerak pada satu jalur. Kalau rangkanya berubah atau sedikit miring, biasanya terasa saat pintu sudah dipasang.
Setelah rangka pintu selesai, kami lanjut mengerjakan bagian pagar besi tempa classic. Untuk bagian ini pengerjaannya lebih banyak pada detail. Ada beberapa bentuk dan ornamen yang harus ditempatkan supaya sisi kiri dan kanan tetap terlihat seimbang.
Kami memang tidak membuat motif yang terlalu penuh. Menurut kami pagar yang terlalu banyak detail kadang justru membuat tampilan rumah terlihat berat. Pada proyek ini kami lebih memilih motif classic yang cukup untuk memberikan karakter tanpa menghilangkan bentuk rangka pagarnya.
Bagian pagar kemudian dirakit dengan rangka utamanya. Setelah semua tersusun, kami cek lagi jarak antar bagian besi tempa. Kami juga melihat dari beberapa sisi untuk memastikan bentuknya tidak terlihat miring atau berat ke satu sisi.
Setelah pintu dan pagar selesai dikerjakan, bagian sambungan las kami rapikan. Bagian yang masih perlu diperhalus kami kerjakan lagi sebelum masuk ke tahap finishing.
Kemudian semua bagian kami siapkan untuk dibawa ke BSD Tangerang Selatan.
Saat pemasangan, kami mengerjakan bagian pintu dorong lebih dulu. Rel dipasang dan kami cek posisinya supaya tetap lurus. Setelah itu daun pintu kami pasang pada roda dan jalurnya.
Percobaan pertama kami lakukan pelan-pelan. Pintu digeser dari posisi tertutup menuju posisi terbuka, kemudian dikembalikan lagi. Kami perhatikan bagian roda dan rel apakah ada yang terasa seret.
Setelah beberapa kali dicoba, ada sedikit penyetelan yang kami lakukan pada bagian roda. Setelah disesuaikan, pintu terasa lebih ringan saat digeser.
Kemudian kami lanjut ke pemasangan pagar besi tempa classic. Bagian pagar kami tempatkan sesuai ukuran yang sudah dibuat di bengkel. Karena setiap bagian sudah disiapkan berdasarkan pengukuran lokasi, pemasangannya cukup menyesuaikan posisi yang sudah ditentukan.
Pada saat pagar sudah terpasang, kami lihat lagi garis bagian atasnya. Kami ingin supaya pagar terlihat rapi dari sisi depan, terutama karena model besi tempa mempunyai detail yang cukup menonjol.
Setelah pintu dan pagar sama-sama terpasang, baru terlihat bentuk keseluruhannya. Pintu dorong berada di bagian akses utama, sedangkan pagar besi tempa mengisi bagian lainnya sehingga tampak seperti satu kesatuan.
Menurut kami kombinasi ini cukup cocok untuk rumah tersebut. Sistem pintu dorong menyelesaikan masalah ruang bukaan, sementara motif besi tempa classic membuat bagian depan rumah tidak terlihat terlalu polos.
Kami kemudian mencoba kembali pintu dari beberapa kali buka dan tutup. Selain gerakannya, kami juga mengecek bagian pengunci agar ketika pintu dalam posisi tertutup bisa tetap berada pada tempatnya.
Bagian pagar juga kami cek satu per satu. Kami lihat sambungan, posisi rangka dan bagian ornamen besinya. Tidak hanya dari jarak dekat, kami juga mundur beberapa meter untuk melihat tampilan keseluruhannya.
Setelah semua selesai, hasil akhirnya terlihat cukup berbeda dibandingkan kalau seluruh bagian hanya dibuat dengan pagar besi biasa. Motif classic pada pagar memberikan kesan lebih dekoratif, sementara pintu dorong tetap terlihat sederhana karena tidak terlalu banyak tambahan ornamen.
Pemilik rumah juga mencoba langsung pintu dorongnya. Mereka membuka dan menutup beberapa kali untuk memastikan sistemnya mudah digunakan. Setelah itu kami lakukan beberapa pengecekan kecil terakhir sebelum pekerjaan benar-benar kami tinggalkan.
Menurut kami, bagian seperti pintu dan pagar depan rumah memang perlu dibuat dengan mempertimbangkan dua hal sekaligus. Ada fungsi untuk keamanan dan akses keluar masuk, tetapi tampilan juga cukup penting karena bagian tersebut pertama kali terlihat ketika orang datang ke rumah.
Untuk proyek di BSD Tangerang Selatan ini, kedua kebutuhan tersebut kami coba gabungkan. Pintu dibuat dengan sistem dorong supaya lebih praktis pada area yang tersedia, sedangkan pagar menggunakan model besi tempa classic supaya bagian depannya mempunyai karakter.
Setiap rumah tentu mempunyai kondisi yang berbeda. Jadi ukuran pintu dan pagar seperti ini tidak bisa selalu mengikuti ukuran yang sama. Kami lebih suka datang dan melihat langsung supaya bisa mengetahui ruang bukaan, posisi rel, panjang pagar dan kondisi tempat pemasangannya.
Pengerjaan seperti ini juga membutuhkan koordinasi antara bagian pintu dan pagar. Jangan sampai pintunya sudah selesai tetapi posisi pagar justru mengganggu jalur pintu. Karena itu semuanya kami ukur sebagai satu bagian sejak awal.
Hasil akhir dari pekerjaan ini adalah satu set pintu dorong dan pagar besi tempa classic yang sudah terpasang di rumah pelanggan di BSD Tangerang Selatan. Pintu dapat digeser ke samping dan bagian pagar sudah menutup area yang memang ingin ditutup oleh pemilik rumah.
Setelah pemasangan, kami lakukan pemeriksaan terakhir pada rel, roda, sambungan rangka, pengunci dan posisi pagar. Pintu kami buka tutup beberapa kali untuk memastikan gerakannya tetap lancar. Untuk bagian pagar, kami cek kembali kekokohan rangka dan sambungan pada titik-titik pemasangannya.
Bengkel Karya Tunggal Las mengerjakan berbagai kebutuhan pintu dan pagar besi custom berdasarkan ukuran lokasi. Untuk area BSD Tangerang Selatan dan sekitarnya, kami bisa melihat tempat terlebih dahulu sebelum membahas model dan ukuran yang akan dibuat.
Informasi mengenai Bengkel Karya Tunggal Las dan hasil pekerjaan lainnya bisa dilihat melalui karyatunggallas.com.
Bagi kami, pekerjaan seperti ini hasil akhirnya bukan hanya soal pintu bisa dibuka atau pagar sudah berdiri. Pintu harus nyaman digunakan, jalurnya tidak mengganggu dan pagar harus menyatu dengan keseluruhan tampilan rumah. Pada proyek kali ini, kami mencoba menjaga kedua hal tersebut supaya fungsi dan bentuknya bisa sama-sama berjalan.




